Kapitalisasi Pendidikan
Jumat, Juli 17, 2009 oleh cahaya

Tahun ajaran baru pendidikan segera tiba, lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan mulai mempersiapkan diri untuk menerima murid-murid yang bakal menjadi penghuni sekolah. Empat bulan sebelum dimulainya tahun ajaran baru, sekolah-sekolah pavorit telah membuka pendaftaran. Persaingan untuk medapatkan pendaftar sebayak-banyaknya berlangsung secara ketat. Panitia peneriamaan siswa baru mulai sibuk menggencarkan promosi besar-besaran dengan bahasa-bahasa memikat , mulai dari pemasangan baligo di titik-titik strategis, penempelan pamplet di setiap penjuru kota, mencetak ribuan brosur, menyewa space banner iklan di website-website terkenal. Media masa seperti koran, majalah, radio bahkan televisi kerap dijadikan sasaran untuk mengiklankan sekolah tersebut, tak peduli berapa pun tarifnya.
Tentunya ini memerlukan biaya yang sangat tinggi, puluhan bahkan ratusan juta rupiah, terlebih untuk biaya promosi biasanya memakan dana hampir dua pertiga dari keseluruhan anggaran dalam proposal. Namun ini tidaklah menjadi persoalan, terutama bagi sekolah-sekolah favorit karena sekolah mempunyai harapan bahwa uang yang dikeluarkan akan kembali dari biaya pendaftaran setiap calon siswa yang lumayan tinggi.
Walhasil, spekulasi ini meraup keuntungan yang sangat besar, biaya yang dikelurkan tidak sia-sia karena kembali dengan laba yang besar, lelah panitia pun terobati. Sekolah jadi kaya mendadak, kelimpahan berkah agenda tahunan ini. Banyak sekolah-sekolah favorit mendapatkan untung sampai puluhan juta rupiah.
Penomena yang luar biasa, sekolah yang sejatinya adalah lembaga untuk mencetak anak-anak bangsa agar berbudi pekerti yang luhur, berakhlakul karimah, dan menjadi manusia berintelektual, kini sekolah dijadikan mesin pencetak uang. Tidak aneh ketika ada teman saya yang nyeletuk “eh mendingan kita buat sekolah aja, biar cepet kaya.”
Sekolah dijadikan ladang bisnis oleh sebagian orang yang ingin menambah penghasilan, baik guru ataupun karyawan. Sebutan guru ‘diktator’ (jual diktat beli motor) disematkan kepada guru yang suka menjual diktat pelajaran dengan harga tinggi. Ketika dulu di SMP tempat saya belajar, ada banyak guru yang seperti ini. Bahkan suatu kali seorang guru mata pelajaran tidak memberikan nilai ulangan saya hanya gara-gara saya tidak membeli diktat dari beliau. (kasian deh aku…..)
Sudah hal yang lumrah ketika kita berbicara pendidikan, kita akan dibenturkan masalah biaya. Pihak sekolah akan beralasan bahwa pendidikan membutuhkan biaya operasional seperti bangunan, gaji guru dan karyawan, biaya kegiatan siswa, SPP, buku, dll. Memang ini adalah hal yang wajar bagi setiap lembaga sekolah sebagai penopang penyelenggaraan pendidikan. Namun jika biaya operasional ini diada-ada dengan membengkakan anggaran, maka harga pendidikan menjadi mahal dan akhirnya pendidikan hanya akan dinikmati oleh orang-orang yang mampu membayarnya saja. Orang tua yang kurang mampu hanya bisa berangan-angan saja. Banyak mutiara anak bangsa yang tergilas oleh arus kapitalisasi pendidikan ini.
Kapitalisasi pendidikan di negeri ini sudah akut, tidak sedikit sekolah yang sudah tidak lagi mengutamakan mutu pendidikan, sekolah mengalami disorientasi. Orientasi materi mendominasi di belakang megahnya bangunan sekolah. Penyeleksian siswa pun tak lebih sekedar formalitas saja, karena ujung-ujungnya yang lulus adalah anak yang orang tuanya dapat berkontribusi materi paling besar, tnapmenghiraukan kemampuan si anak.
Di sisi lain, ambisi orang tua juga terlalu besar. Orang tua seringkali tidak melihat kemampuan anak. Inginnya, diterima di sekolah favorit untuk menaikkan gengsi. Padahal anak didik tidak punya kemampuan seperti itu. Akibatnya, “uang yang berbicara”. Dampaknya, anak tersebut susah mengikuti pelajaran seperti anak-anak lainnya. Kasus “anak titipan” terjadi karena orang tua menganggap bahwa sekolah itu “bisa dibeli”. Tak lain, karena kapitalisasi pendidikan sudah sedemikian akut, bukan hanya masalah buku pelajaran saja, tetapi kasus “anak titipan”.
Namun pada tahun sekarang ini kita digembirakan dengan adanya “sekolah gratis” dari pemerintah yang terwujud berkat adanya kenaikan jumlah biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku. Alhamdulillah anak-anak bangsa ini bisa mengenyam pendidikan agar mereka bisa andil dalam pembangunan negeri tercinta ini sehingga ibu pertiwi ini akan melahirkan para pemimpin masa depan. Orang tua pun bisa bernafas lega, mereka tidak takut lagi sindrom kapitalisme pendidilkan yang menggurita di negeri yang kaya raya ini.
Al jazeera (arabic) Live Online
Sabtu, Maret 28, 2009 oleh cahaya

Hai sobat-sobat blogger gimana kabar kalian semua?? Sehat kan?
Sahabat saya punya yang baru neh… buat kalian yang peduli ama perkembangan berita dunia Islam simak ikuti aja beritanya TV al jazeera. Nah truss gimana nontonnya kan harus pake parabola???
Ettt… jangan khawatir kamu bisa nonton aljazeera live di blogku ini. Tuh lihat di pojok atas dibawah header. Kalian ga usah mencet play lagi, itu udah autoplay artinya kalo kalian buka blogku langsung aja tuh aljazeera maen sendiri.
Aljazeera di blogku ini yang berbahasa arab, jadi cocok buat kalian yang lagi belajar bahasa arab. Kalo mau yang bahasa inggrisnya klik aja disini. Tapi buat kalian yang pengen susah-susah dulu belajar bahasa arab datang aja ke rumahku tapi jauh di gunung Asyifa. Ato kalian klik aja disini. Kan enak kalo udah bisa bahasa arab mah kalian bisa lebih akrab sama onta he..he…8 kali. Bahsa arab kan bahasa surga, jadi kalo ga bisa bahasa arab ntar ga masuh surga.. (ga gitu kale….).
Tapi sayang aljazeera diblogku ini harus pake browser mozilla, aku juga ga ngerti kenapa seperti itu. aku dah nyoba pake internet explorer tapi ga muncul, trus aku nyoba pake google chrome ga bisa juga. jadi harus pake mozilla. Wah repot dong??? Iya sih….tp kalo kalian belum punya mozilla tinggal download dulu aja disini.
Hayu ah… semuanya…
Titunggu kunjungannya di blogku OK.....
Hari-hari Kebahagiaan
Senin, Maret 16, 2009 oleh cahaya
Sa’ad menjawab: “Hari yang mana? Hari-hari yang beliau lalui adalah hari-hari kebahagiaan.”
Kemudian Dr. Humaidah bercerita: “Suatu hari kami masuk ke rumah Syekh Hasan Al Banna, kira-kira kami berjumlah lima orang, setelah berbincang panjang di kantor pusat Ikhwan. Kami menanyakan makan malam kepada beliau. Lalu beliau meninggalkan kami sebentar dan kembali lagi dengan membawa sisa makanan keluarganya. Makanan itu adalah beberapa potong roti dan timun yang banyak ditambah sedikit biji zaitun, sepotong keju yang sedah lama, dan garam. Kemudian beliau berkata: inilah makan malamku, sebaik-baiknya makanan adalah ketika banyak tangan yang memakannya. Bismillah… maka kami pun makan dan kenyang. Alhamdulillah.”
(Diterjemahkan dari buku “Mawaqif wa tharaif min hayat ad Duat al Mu’ashirin” hal: 9.)
Luar biasa kesederhanaan hidup yang tercermin dari seorang syekh pemimpin dakwah abad modern ini, ia ajarkan arti sebuah kebahagiaan dalam kesederhanaan. Ia tau bahwa yang membuat hidup bahagia bukan dengan bergelimangya harta atau jabatan tinggi, namun terletak pada diri kita sendiri. Inilah yang yang dikatakan oleh Rasulullah saw. “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, tapi kekayaan itu adalah kayanya jiwa.” Sebuah isyarat dari Rasulullah saw. tentang makna hidup bahagia dengan apa yang kita miliki, yang Allah berikan untuk kita. Jangan pernah mengeluh karena ia adalah pintu kekufuran terhadap semua nikmat yang Allah berikan.
Selengkapnya...
Bingung..... Antara......
Kamis, Februari 12, 2009 oleh cahaya

Suatu malam setelah Isya tampak wajah yang sedang gundah. Rona muka yang sedang dirundung kebingungan itu mengisyaratkan gejolak dalam hati. Yup… ia adalah seorang ustad yang sedang membolak-balik satu bundel biodata seorang akhwat di tangannya. Lembar demi lembar ia baca dengan teliti, tak satu hurup pun terlewatkan. Hik…
“Ah tidak …. Bagaimana dengan ummi? Bagaimana dengan anak-anak” ia mendengus sambil pikirannya menerawang.
”Lebih baik buat anakku saja, ia kan dah cukup nikah.” pikirnya lagi, seolah ia dapat ide.
”Idin.... ” ia memanggil anak sulungnya, Zainuddin yang sedang konsentrasi ngetik tesis buat program magisternya.
”iya bi... ” jawab zainuddin sambil langsung menuju ayahnya.
”ini ada biodata seorang akhwat, coba kamu baca, kalau cocok ambil aja!” kata sang ustad, sambil langsung memberikan biodata di tangannya.
Sang anak kemudian membaca dengan teliti, matanya tak berkedip membaca poin demi poin biodata itu. Tiba-tiba ia terperanjat ketika matanya tertuju pada sebuah poin “usia: 37” matanya merem sebentar, ia ngitung selisih usianya. Ternyata usia nya terpaut 5 tahun lebih muda dari biodata yang ada dihadapannya.
“Bi… saya bingung… antara menikah dan idealisme. Saya mau selesai magister dulu.” raut mukanya tampak kalem.
”Ya, udah selesaikan dulu kuliahmu.” sang ustad bijak.
”Azam... kesini nak!” sang ustad manggil anak keduanya yang sedang buat makalah buat presentasi besok, maklum ia mahasiswa baru semester 2.
”iya bi.. ada apa” jawab Azam sambil menatap wajah ayahnya dengan penuh penasaran.
”ini ada biodata seorang akhwat, coba kamu baca, kalau cocok ambil aja!” kata sang ayah dengan penuh harap.
Azam pun mngambil biodata itu dengan tangan gemetaran. Maklum baru kali ini ia melihat bidata seorang akhwat. Ia pun membacanya dengan mulut komat-kamit sambil sesekali tangannya menyeka peluh dingin di keningnya.
Eeetttttt..... ternyata matanya tersandung di poin yang sama dengan kakanya ”USIA: 37”
”Emmmhhhhhh..... bi saya bingung neh .... antara menikah dan kuliah. Saya kan baru semester 2, perjalanan kuliah say amasih lama. Ntar malah ngerepotin abi sama umi.” azam mengeluarkan jurus seribu alasan.
Sang ustad hanya tersenyum, ia paham seribu alasan anaknya itu.
”Ya udah.....” harapan sang ustad kandas.
Suasana jadi hening.
Tiba-tiba hamzah, anak bontot sang ustad nyembul dari kamarnya menuju ruang tamu.
”Wh bi lagi nawarin biodata sama kak udin dan kak azam lagi ya?” suara hamzah memecah keheningan.
”Iya neh ... tapi mereka berdua pada bingung. Alesannya aneh-aneh.”
”Ohhh kenapa bingung? Masih pada belum siap ya? Atau mau nyari sendiri?” hamzah yang baru keluar SMA itu ngeyel kedua kakanya.
“boleh saya lihat bi … biadatanya?” ternyata ia juga penasaran.
“Boleh neh….siapa tau kamu cocok ” Sang ayah menyodorkan biodata.
Hamzah langsung menyambar biodata itu. Tanpa ba bi bu tangannya mencari letak poin USIA. Sejenak ia terpana, matanya dibuka lebar-lebar, beberapa kali ia mengerutkan dahinya.
”Wah bi saya bingung ....ini mah.... antara bumi dan langit.”
Sekarang sang ustad tau, poin USIA lah yang membuat anak-anaknya beralasan macem-macem.
”ya udah kalau anak kita ga ada yang cocok mah, kita kasih aja ke yang lain. Nanti umi ambil lagi biodatanya” tiba-tiba terdengar suara bu Fatimah dari arah dapur menuju mereka.
Ternyata biodata itu dari seorang akhwat binaannya bu Fatimah.
”Tapi, Mi.....mmmmhhhhh.” suara sang ustad terputus.
“Tapi kenapa bi…?” tanya bu Fatimah dengan penuh keheranan.
“Abi juga bingung ….. antara umi dan biodata ini.” Jawab sang ustad sambil nyengir kuda.
”Iya sih bi... umi juga bingung....... antara dipoligami dan sunah nabi…” kata bu Fatimah dengan muka dingin dan mata memerah.
“Haaaaa…..hhhhhh….” ledak tawa anak-anaknya memenuhi ruang tamu.
Cerita ini saya buat untuk dipersembahkan kepada ikhwah mahasiswa Sudan pada acara buka bersama tahun 2005.
Nestapa negeri para nabi
Sabtu, Januari 31, 2009 oleh cahaya

“Al Ardl al Muqoddasah” (tanah yag disucikan) begitulah Al Quran memberi julukan untuk Palestina (al Maidah : 21). Dari rahim negeri ini banyak melahirkan para Nabi dan Rasul Allah. Dimulai dari keturunan Ibrahim as yaitu Ishaq, Ya’qub, dan Yusuf, kemudian datang Musa, Daud dan Sulaiman sampai ke Zakaria, Yahya, dan Isa ‘alaihimussalam. Maka tak heran jika negeri ini menjadi negeri yang diperebutkan oleh setiap para penganut tiga agama samawi.
Salah satu kota bersejarah di Palestina adalah Yerusalem yang merupakan kota suci bagi umat Islam, Nasrani dan Yahudi. Bagi kaum Muslimin Yerusalem memiliki keistimewaan tersendiri karena di sana ada baitul maqdis yang menjadi tempat bertolaknya nabi Muhammad saw ke langit dalam peristiwa besar, isra mi’raj. Selain itu, baitul maqdis juga merupakan kiblat pertama kaum Musimin sebelum berpindah ke ka’bah. Maka baitul maqdis adalah tempat ketiga paling suci dalam Islam setelah Mekkah dan Madinah.
Namun bagi Yahudi dibawah baitul maqdis ini dianggap ada kuil nabi Sulaiman yang pernah dihancurkan dua kali oleh kekaisaran Romawi . Dari penghancuran ini, yang tersisa adalah tembok barat yang kemudian dikenal sebagai tembok ratapan tempat orang-orang yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Inilah awal cengkraman bangsa rowawi atas tanah Palestina. Pada masa ini Yahudi diusir dan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan peribadahan, Yahudi angkuh ini berada dalam tekanan. Hingga pada tahun 636 M, khalifah besar umat Islam Umar bin Khattab menaklukan Palestina dari tangan Romawi. Yahudi pun bisa meraih kembali kehidupannya. Mereka dilindungi dan dijamin kemanannya oleh Umar setelah sekian lama menjadi bulan-bulanan Romawi.
Bagi umat Nasrani Yerusalem adalah kota kelahiran Yesus kristus, dan merupakan pusat kerajaan Eropa setelah terjadi penaklukan kota itu dalam perang Salib pada tahun 1099 M. Dalam cengkraman orang-orang Eropa ini, nasib Yahudi tidak jauh berbeda seperti pada masa penguasaan Romawi, mereka menjadi bulan-bulanan tentara Salib. Ketika terjadi penaklukan ini, kaum Muslimin dan Yahudi dibantai habis dengan cara yang tidak manusiawi.
Berselang sekitar satu abad tepatnya tahun 1187 M. Palestina kembali ke pangkuan kaum Muslimin setelah ditaklukan oleh seorang panglima besar kaum Muslimin Sholehuddin al Ayyubi dalam pertempuran Hittin. Bangsa Yahudi kembali dapat menghirup udara segar setelah berpuluh-puluh tahun berada dibawah penindasan kaum salibis Nasrani.
Kita dapat melihat bahwa negeri ini mengalami kesengsaraan sebelum kedatangan Islam. Namun setiap Islam datang ke Palestina, Islam membawa perdamaian. Di bawah penguasaan Islam, Palestina memberikan ketentraman bagi setiap yang ada di dalamnya tanpa memandang perbedaan agama, Islam, nasrani, dan Yahudi hidup damai berdampingan.
Rupanya ada yang ingin mengusik kedamaian ini, Yahudi yang tidak tahu terima kasih ini ingin mencoba menjadi penguasa di negeri para Nabi itu. Yahudi yang mengaku bangsa pilihan Allah ini mengkliam bahwa dirinya lebih berhak atas tanah Palestina. Mereka mengaku bahwa tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan Allah untuk mereka.
Dalam surat al Maidah Allah memang menjanikan Palestina untuk Yahudi, tetapi dengan syarat mereka tetap beriman dan taat kepada Allah. "(Musa berkata): Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi." (al Maidah: 21)
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa harga tanah palestina harus mereka bayar dengan keimanan dan taat kepada Pemilik Palestina, Allah SWT. Artinya bahwa mereka boleh menginjakan kaki di bumi Palestina selama mereka beriman dan taat. Berarti tanah palestina ini haram diinjak oleh para pembangkang dan orang-orang yang sombong dan angkuh.
Yahudi adalah bangsa yang dilaknat Allah karena pembangkangan dan kesombongan mereka. Telah banyak nabi dan rasul yang mereka bunuh, kitab-kitab Allah yang mereka selewengkan dan hukum Allah mereka langgar. Pantaskah mereka mengaku bangsa pilihan Allah?
Yahudi adalah bangsa pengecut. Ini terlihat ketika nabi Musa menyuruh mereka masuk ke palestia, mereka menolak karena di palestina terdapat bangsa kan'an yang terkenal sangar dan bengis.
"Mereka berkata: Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya. Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nimat atas keduanya : Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Mereka berkata: Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja. (Al Maidah: 22-24)
Jelas tidak ada sedikit pun jasa bani israil untuk merebut tanah Palestina dari orang kan'an. Malah mereka menyuruh nabi Musa untuk memerangi kaun kan'an, mereka hanya ongkang kaki saja di luar gerbang palestina.
Alih-alih di abad modern ini mereka mengaku paling berhak atas tanah palestina, padahal Musa lah yang merebut palestina dari orang kan'an. Umar lah yang membebaskan palestina dari cengkraman Romawi dan Sholehuddin lah yang merebut palestina dari jajahan tentara salib. Sekali lagi tak ada sedikit pun jasa mereka untuk membebaskan palestina dari tangan para penguasa yang telah menganiaya mereka. Justeru Islam lah yang telah memerdekakan yahudi-yahudi ini dari tangan penguasa-penguasa yang dzalim terhadap Israil ini.
Ternyata air susu dibalas air tuba. Kebaikan kaum Muslimin yang telah membebaskan mereka dari belenggu penjajahan Romawi dan tentara salib, mereka balas dengan penjajahan dan perampasan hak-hak kaum muslimin di palestina. 60 tahun sudah Palestina dijajah bangsa kera ini. Sejengkal demi sejengkal tanah palestina mereka caplok, kesucian Al Quds mereka nodai, anak-anak dan wanita mereka bantai, rumah dan masjid mereka ratakan dengan tanah.
Sepenggal tragedi kemanusian yang terjadi selama 23 hari di Gaza kemarin adalh contoh kebiadaban Israel yang ingin mencoba menjadi penguasa Palestina seperti Romwai dan tentara salib dulu. Kini negeri para nabi itu menjadi nestapa memilukan akibat obsesi dan mimpi yahudi yang ingin mendirkan negara Israel raya di atas genangan darah para syuhada. Namun saya yakin, Israel yang telah menodai kesucian Al Aqso ini akan mengalami nasib serupa seperti yang pernah dialami para penguasa pendahulunya, Romawi dan tentara salib.
Kemenangan pejuang Palestina di Gaza kemarin adalah titik tolak kemenangan kaum Muslimin atas bangsa Yahudi. Dengan persenjataan seadanya para pejuang Palestina dapat memukul mundur Israel yang dilengkapi persenjataan serba canggih. Kam min fiatin qalilatin ghalabat fiatan katsiratan bi idznillah.
Kini Palestina sedang menunggu seorang pahlawan seperti Umar dan Sholehuddin Al Ayyubi untuk membebaskan al Aqso dari tangan kotor zionis yahudi. Pahlawan itu adalah kita, kaum Muslimin. Kitalah yang akan memenangkan peperangan ini. Nashrun minallah wa fathun qarib.
NC





